Mengenali Penyebab Bayi Kembar Siam

Anda tentu sudah pernah mendengar tentang bayi kembar siam. Beberapa kelahiran di dunia ini tercatat sebagai kelahiran bayi kembar siam.

Kembar siam berarti kembar dua dengan kondisi sebagian atau seluruh tubuhnya menyatu satu sama lain sehingga bayi kembar ini akan kesulitan satu dengan yang lainnya. Pada 200.000 kelahiran yang terjadi di dunia, maka satu di antaranya adalah kelahiran bayi kembar siam. Ada sekitar 70% kelahiran bayi kembar siam adalah perempuan, dan hanya 5-25 persen yang bisa bertahan untuk hidup.

Penyebab Bayi Kembar Siam

Sampai saat ini para ahli masih kesulitan menentukan penyebab utama bayi kembar siam. Namun, secara garis besar penyebabnya bisa diakibatkan karena tidak sempurnanya proses konsepsi (pembuahan) yang terjadi pada telur oleh sperma, sehingga sel telur (ovum) mengalami kegagalan untuk melakukan pemisahan sempurna sebagai embrio yang terpisah. Penelitian inilah yang dilakukan oleh Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER).

Selain itu penelitian ini juga menyimpulkan bahwa sel telur biasanya akan secara normal memisahkan bayi kembar pada hitungan hari ke-12, namun yang terjadi tidaklah demikian, proses pemisahan yang terjadi pada bayi kembar siam tidak berlangsung secara sempurna atau malah tidak sama sekali. Semakin cepat proses pemisahan bayi kembar tersebut berhenti maka akan semakin besar tingkat kesulitan untuk memisahkan dua bayi kembar yang saling berdempetan tersebut. Namun, bisa jadi ada kejadian khusus yaitu bayi kembar siam tersebut terpisah kemudian malah karena beberapa hal yang belum diketahui malah menyatu kembali.

Pada bayi kembar siam yang terlahir, hanya ada beberapa yang bisa bertahan hidup dan hal ini tidaklah sampai 40%. Sisanya akan mengalami kematian, atau kesulitan bertahan hidup. Biasanya yang mengalami kesulitan ini adalah bayi kembar siam yang memiliki dempet pada beberapa organ vital yang tak mungkin dipisahkan misalnya jantung dan paru-paru.

Solusi Bayi Kembar Siam

Kini teknologi dan ilmu kedokteran telah berkembang dengan baik sehingga kita dapat mendeteksi kelainan yang terjadi pada janin yang masih dalam kandungan. Beberapa solusi diberikan pada kasus bayi kembar siam yaitu pembedahan usai persalinan, atau melakukan pemisahan saat bayi kembar siam dalam kandungan dengan beberapa terapi khusus. Diagnosa dini dilakukan dengan USG resolusi transvaginal dan beresolusi tinggi. Pemisahan pada kandungan pun juga memperhatikan kasus yang ada yaitu bayi tersebut tidak dempet pada beberapa organ vital, atau hanya pada organ luar saja.

Tagged As: , ,